1
AN/TKA Kelas IX: Pengalaman Baru bagi Murid SMPN 4 Bengalon

 

AN/TKA Kelas IX: Pengalaman Baru bagi Murid SMPN 4 Bengalon

 

Tahun pelajaran ini menjadi momen yang cukup bersejarah bagi murid kelas IX di SMPN 4 Bengalon. Untuk pertama kalinya, murid akan mengikuti Asesmen Nasional / Tes Kemampuan Akademik (AN/TKA) yang mengukur kemampuan akademik pada dua mata pelajaran utama, yaitu Matematika dan Bahasa Indonesia.

Saat artikel ini ditulis, para murid sedang melaksanakan asesmen utama TKA pada tanggal 6–7 April 2026, dan suasana keseriusan sudah terasa di ruang laboratorium komputer sekolah.

Bagi sebagian murid, asesmen ini memberikan pengalaman baru karena dilaksanakan menggunakan sistem berbasis komputer. Mereka harus terbiasa membaca soal di layar, mengatur waktu, serta tetap fokus selama mengerjakan soal.

Salah satu murid kelas IX mengungkapkan bahwa pengalaman ini cukup menantang sekaligus menarik. “Awalnya agak gugup karena belum terbiasa mengerjakan soal lewat komputer dalam waktu yang cukup lama. Tapi setelah simulasi, rasanya jadi lebih siap dan tidak terlalu tegang lagi,” ungkapnya.

Dari sisi sekolah, pelaksanaan simulasi dan gladi bersih menjadi kesempatan penting untuk memastikan semua persiapan berjalan dengan baik. Namun, dalam prosesnya tentu ada beberapa tantangan yang ditemui.

Pada saat gladi bersih, sempat terjadi gangguan sistem secara nasional yang berdampak pada sesi 2 dan sesi 4 di berbagai daerah di Indonesia. Gangguan tersebut membuat pelaksanaan sempat terhambat, meskipun akhirnya kegiatan tetap dapat dilanjutkan. Hal ini menjadi pengingat bahwa pelaksanaan asesmen berbasis teknologi sangat membutuhkan sarana dan prasarana yang memadai serta sistem yang stabil.

Selain itu, jumlah murid yang menjadi sampling peserta juga terbilang cukup banyak. Hal ini membuat lebih banyak murid merasakan langsung pengalaman asesmen nasional, tetapi di sisi lain juga menuntut kesiapan teknis yang lebih matang dari pihak sekolah.

Salah satu panitia sekaligus guru Matematika SMPN 4 Bengalon, Bu Hardiyanti, menyampaikan bahwa persiapan terus dilakukan agar pelaksanaan AN/TKA berjalan lancar.

“Simulasi dan gladi bersih ini sangat membantu kami melihat kondisi sebenarnya di lapangan. Walaupun sempat ada kendala jaringan saat gladi bersih, hal itu menjadi bahan evaluasi agar saat pelaksanaan utama nanti semuanya bisa berjalan lebih baik,” jelas beliau.

Meski ada beberapa tantangan teknis, pelaksanaan AN/TKA tetap dipandang sebagai langkah positif dalam dunia pendidikan. Bentuk soal yang menekankan pemahaman dan penalaran diharapkan mampu melatih murid untuk berpikir lebih kritis, tidak hanya sekadar menghafal materi.

Pihak SMPN 4 Bengalon juga berharap seluruh rangkaian kegiatan AN/TKA dapat berlangsung dengan lancar pada hari pelaksanaan nanti. Dukungan fasilitas yang baik, kesiapan murid, serta kerja sama seluruh pihak sekolah diharapkan menjadi kunci keberhasilan kegiatan ini.

Melalui persiapan yang matang dan pengalaman dari simulasi yang telah dilalui, besar harapan bahwa murid kelas IX SMPN 4 Bengalon dapat mengikuti AN/TKA dengan percaya diri dan memperoleh hasil yang terbaik.

 

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait